Plastik mengandung zat non plastik yang disebut aditif.

              Plastik adalah istilah umum bagi
Polimer, material yang terdiri dari rantai panjang dan elemen-elemen lain yang
mudah dibuat menjadi berbagai bentuk dan ukuran. Plastik dibuat dengan cara
polimerisasi yaitu menyusun dan membentuk secara sambung-menyambung bahan-bahan
dasar plastik yang disebut monomer. Plastik juga mengandung zat non plastik
yang disebut aditif. Zat aditif diperlukan untuk memperbaiki sifat plastik itu
sendiri. Bahan aditif tersebut berupa zat-zat dengan berat molekul rendah,
diantaranya berfungsi sebagai pewarna, antioksidan, penyerap sinar
ul-traviolet, antilekat, dan masih banyak lagi.

            Di Indonesia penggunaan kantong
plastik berupaya dikurangi. KLHK ( Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)
Indonesia telah mencoba menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar kepada
peritel modern dengan harga Rp 200,- untuk setiap kantong yang diserahkan
kepada konsumen. Uji coba ini sudah dilakukan di 23 kota besar di seluruh
Indonesia. Tetapi pada akhir 2016 kebijakan ini kemudian dicabut untuk dievaluasi.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

             Pada makalah ini saya akan
membahas seputar kontra terhadap penerapan kebijakan kantong plastic berbayar
di Indonesia. Pembahasan artikel ini dimulai dari landasan hukum yang mengatur
terhadap Peraturan KLHK, dan pendapat saya sebagai mahasiswa tingkat 1 program
Teknik Lingkungan.

 1.2 Tujuan

1. Menanggapi
permasalah lingkungan di Indonesia

2. Memberikan
pendapat tentang kebijakan KLHK dari sudut pandang mahasiswa Teknik Lingkungan

3. Mengetahui
konsep dari penerapan kebijakan KLHK

4. Memberikan
solusi terhadap kantong plastik berbayar.

 

1.3 Pertanyaan

1. Tanggapan apa
saja dari masyarakat mengenai kantong plastik berbayar?

2. Bagaimana cara
mengurangi penggunaan kantong plastik?

3. Bagaimana pendapat dan
sudut pandang dari mahasiswa?

 

 II. ISI

      Untuk mengurangi penggunaan kantong
plastik KLHK mengeluarkan kebijakan berupa surat edaran kepada peritel modern
pada tahun 2016. Sebagian masyarakat mengklaim bahwa kebijakan tersebut terlalu
murah sehingga kantong plastik tidak terlalu membebani kalangan masyarakat
tertentu. Hal tersebut tidak menyulitkan mereka dalam menggunakan kantong
plastik.Selain itu ada juga masyarakat yang kontra terhadap kebijakan tersebut.
Walaupun menimbulkan pro-dan kontra tetapi tujuan utama dari pemerintah yaitu
mengurangi penggunaan plastik dan itu merupakan langkah yang baik untuk
kedepannya.

        Sebagai seorang mahasiswa saya memiliki
tanggung jawab dalam mengenai kebijakan tentang lingkungan. Menurut saya kurang
efisien dalam langkah mengurangi pemakaian kantong plastik, tujuan utama dari
kebijakan tersebut yaitu mengurangi sampah plastik. Sebenarnya ada langkah yang
lebih efektif dalam mengurangi sampah plastk yaitu dengan cara 3 R (Reuse,
Reduce, Recyle) tetapi jika kita ingin menerapkan langkah tersebut masyarakat
juga harus mengerti tentang berharganya plastik dan tidak boleh mengabaikan
dampak buruknya terhadap lingkungan disekitar.

III PENUTUP

3.1
Simpulan

   Dalam penerapan sistem kantong plastik
berbayar saya lebih memilih kontra, karena kebijakan dari KLHK sangat tidak
efektik dengan memberikan harga Rp 200,- kepada konsumen. Karena harganya yang
sangat murah sehingga tidak menjadi beban untuk masyarakat dalam membeli
kantong plastik.

3.2
Saran

  Kepada KLHK diharapkan memiliki komitmen yang
kuat dan dukungan dari masyarakat itu sendiri, Untuk itu, perlu adanya imbauan
untuk membuang sampah secara terpisah dan menjaga kebersihan lingkungan bagi
masyarakat. Pemerintah juga harus memiliki komitmen dan tindakan untuk mengolah
sampah.

3.3
Solusi

    Dari permasalahan ini solusi yang dapat
saya berikan yaitu melakukan langkah 3 R (Reuse, Reduce, Reycyle) kemudian juga
membutuhkan orang-orang yang sangat kreatif untuk melakukan langkah tersebut.
Sehingga masyarakat tertarik dengan barang tersebut dan mengurangi pemakaian
plastik.