Pembelajaran sosial. Siswa harus diberi kesempatan untuk

Pembelajaran
yaitu proses sosialisasi yang terjadi pada 
siswa yang melibatkan guru, fasilitas sekolah, lingkungan sekolah, dan
seluruh siswa. Pada pembelajaran matematika di sekolah, guru menggunakan
pendekatan, strategi, metode, dan teknik yang membuat  siswa aktif dalam belajar, baik secara
mental, fisik, maupun sosial. Siswa harus diberi kesempatan untuk bertanya dan
berpendapat, sehingga pada kegiatan pembelajaran matematika lebih bermakna (Suherman, 2003). Pembelajaran
matematika hendaknya diarahkan guna membantu siswa untuk berfikir kreatif,
sehingga memungkinkan siswa dapat memecahkan masalah.

Pemecahan
masalah matematika di sekolah biasanya dalam bentuk soal uraian, bentuk soal
uraian diwujudkan dalam soal cerita. Soal cerita berisikan
mengenai masalah kehidupan sehari-hari atau masalah lainya. Masalah yang
diungkapkan dalam soal cerita tersebut mempengaruhi panjang pendeknya cerita
tersebut (Sudjana, 2012). Sebelum siswa tersebut menyelesaikan
soal cerita, siswa harus mampu memahami makna dari soal cerita yang diberikan.
Kemudian siswa dapat menyimpulkan objek-objek yang diketahui dan mengubahnya
dalam bentuk kalimat matematika hingga akhirnya dapat diselesaikan. Sampai saat
ini, siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita. Kesulitan dalam
memahami soal banyak dialami oleh siswa  (Hanifah, 2009), kesulitan itulah
yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan. Kesalahan yaitu bentuk penyimpangan
terhadap hal yang benar yang bersifat sistematis, konsisten, maupun insidental
pada obyek tertentu (Farida, 2015). Kesalahan yang
sistematis dan konsisten yaitu disebabkan oleh kurangnya pemahaman siswa
mengenai materi yang telah diberikan. Sedangkan kesalahan yang bersifat
insedental adalah kesalahan yang disebabkan oleh kurang memahami maksud soal,
kurang cermat dalam menghitung atau tergesa-gesa pada saat menyelesaikan soal.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Berdasarkan
hasil wawancara dengan guru dan observasi di MAN 1 Kota Malang, menurut guru
siswa pada saat siswa menyelesaikan soal yang berbentuk soal cerita siswa
kurang dapat memahami apa yang diminta pada soal cerita sehingga siswa banyak
melakukan kesalahan misalnya saja kesalahan menuliskan rumus dan juga kesalahan
hitung sehingga nilai yang diperoleh siswa pada saat mengerjakan soal berbentuk
soal cerita, siswa memperoleh nilai yang lebih rendah daripada soal bentuk
pilihan ganda. Guru juga mengungkapkan bahwa siswa yang mengalami kesulitan
tersebut mengarah pada siswa yang di dalam pembelajaran tidak memperhatikan
penjelasan guru dan cenderung bermalas-malasan di dalam kelas. 

Penelitian yang dilakukan Abdullah, Abidin, dan Ali (2015), mengungkapkan bahwa siswa cenderung membuat hampir
semua jenis kesalahan yaitu pemahaman, transformasi, keterampilan proses dan
encoding. Hal ini memperlihatkan bahwa siswa memiliki masalah dalam menafsirkan
masalah matematika, gagal untuk merancang strategi dan mengembangkan rencana
strategis, yang akhirnya menyebabkan kesalahan dalam memilih operasi yang
terlibat dan gagal untuk menyatakan jawaban. Hasil penelitian berikutnya yang
dilakukan Farida (2015), mengungkapkan bahwa siswa salah
mengubah informasi yang diberikan kedalam kalimat matematika yang diminta,
kemudian siswa tidak dapat menentukan rumus yang akan digunakan, siswa tidak mengetahui
apa yang diinginkan dalam soal, dan siswa melakukan kesalahan pada saat
melakukan perhitungan. Hasil penelitian berikutnya yang dilakukan Usman dan
Hussaini (2017) sebagian besar kesalahan yang dilakukan
oleh siswa terlepas dari metode yang digunakan adalah kesalahan transformasi
dan kesalahan keterampilan proses. Lebih lanjut menunjukkan bahwa secara umum,
siswa terlepas dari kemampuan kognitif yang berbeda rentan terhadap kesalahan
dalam memecahkan soal.

Mencermati pemaparan di
atas, diperlukan pendeskripsian kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh siswa
pada saat menyelesaikan masalah soal cerita. Pada penelitian ini akan
mengunggkapkan jenis kesalahan mana yang sering dilakukan oleh siswa. Apabila
kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa terdeteksi maka hal tersebut
dapat digunakan untuk mencari solusi agar siswa tidak melakukan kesalahan yang
sama.

Salah satu metode analisis
kesalahan siswa yaitu metode Newman (1977). Langkah-langkah dalam metode Newman
pada tidak jauh beda dengan langkah-langkah yang ada pada Polya (1973). Ada
empat langkah penyelesaian masalah yang digunakan oleh Polya yaitu, memahami
masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan mengevaluasi hasilnya. Metode
yang digunakan Polya tidak ada tahap membaca masalah, padahal dalam bentuk soal
cerita siswa harus dapat membaca maksud dari soal atau membaca simbol-simbol
yang terdapat di dalam soal. Apabila siswa mengalami kesulitan bahasa atau
membaca dapat berpengaruh terhadap kemampuan dalam menyelesaikan soal. Salah
satu kemampuan awal siswa dalam menyelesaikan soal cerita yaitu membaca
masalah, hal ini sangat diperlukan untuk menyelesaikan soal tersebut.

Metode analisis kesalahan Newman ini dibagi kedalam dua macam
kendala yaitu, (1) permasalahan dalam kefasihan bahasa dan pemahaman konseptual
yang sesuai dengan tingkat membaca yang sederhana dan memahami makna dari
masalah dan (2) masalah dalam pengolahan matematika yang terdiri dari
trasformasi, keterampilan proses, penulisan jawaban (Prakitipong & Nakamura, 2006). Sehingga jenis kesalahan tersebut dapat dibagi menjadi lima
tahapan yaitu (1) kesalahan membaca soal (reading errors), (2)
kesalahan memahami masalah (comprehension errors), (3) kesalahan
transformasi (transformation errors), (4) kesalahan keterampilan proses
(process skills errors), dan (5) kesalahan penulisan jawaban (encoding
errors).

Brdasarkan uraian
diatas judul dari penelitian ini adalah “Analisis
Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Berdasarkan Kriteria
Newman di MAN 1 Kota Malang”.

                         
1.1      
Rumusan
Masalah

Pemecahan masalah di sekolah biasanya diwujudkan
dalam bentuk soal, salah satunya yaitu dalam soal cerita, saat ini disekolah
masih banyak menggunakan soal yang berbentuk pilihan ganda sehingga siswa dalam
menyelesaikan soal yang berbentuk soal cerita masih melakukan berbagai
kesalahan. Adapun masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut.

                              
1.     
Bagaimana
langkah-langkah prosedur Newman untuk mendeteksi jenis  kesalahan yang dilakukan oleh siswa?

                              
2.     
Apa saja kesalahan yang banyak dilakukan
oleh siswa ketika mengerjakan soal cerita matematika?

                         
1.2      
Tujuan
Penelitian

Tujuan
Penelitian yaitu untuk mengemukakan sasaran yang akan dicapai dalam suatu
penelitian. Beberapa permasalahan yang menjadi kendala telah diuraikan dalam
latar belakang dan diperjelas dengan rumusan masalah. Berikut adalah tujuan
penelitian yang diharapkan.

1.      Mengetahui
langkah-langkah prosedur Newman untuk mendeteksi jenis kesalahan yang dilakukan
oleh siswa

2.      Mengetahui
apa saja kesalahan yang banyak dilakukan oleh siswa ketika mengerjakan soal
cerita matematika.

                         
1.3      
Batasan
Masalah

Agar
penelitian ini terarah dan tidak terlalu luas jangkauannya maka perlu adanya
pembatasan masalah.  Adapun pembatasan
masalah pada penelitian ini adalah analisis kesalahan siswa hanya berdasarkan
kriteria Newman yaitu meliputi kemampuan membaca, memahami, mentransformasi,
keterampilan proses dan penulisan jawaban. 
Penelitian ini dilakukan di MAN 1 Kota Malang dalam pokok bahasan
Matriks dengan bentuk soal cerita.

                         
1.4      
Manfaat
Penelitian

Manfaat dari
penelitian yang berjudul “Analisis Kesalahan Pemecahan
Masalah dalam Bentuk Soal Cerita dengan Tahapan Newman Ditinjau dari Rasa
Percaya Diri Siswa” adalah sebagai berikut.

                          
1.     
Manfaat teoritis

Sebagai suatu
karya ilmiah maka hasil penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan
pemikiran terutama dalam mengetahui jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh
siswa pada saat menyelesaikan soal dan memberikan tambahan pengetahuan secara
teoritis kepada pembaca serta penelitian ini dapat diguanakan sebagai referensi
untuk penelitian yang sejenis.

                          
2.     
Manfaat praktis

Secara praktis, penelitian ini diharapkan
dapat memberikan sumbangan kepada guru dan peneliti lainnya. Guru dapat
memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai bahan pertimbangan dalam mengajarkan
siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika dan membangun rasa percaya
diri pada siswa. Bagi peneliti diharapkan dapat menjadi sarana untuk
menambahkan pengetahuan terkait analisi kesalahan siswa.