MAKALAH perilaku kebersihan yang buruk serta air minum

MAKALAH
TPB

SANITASI
DAN AIR BERSIH DI INDONESIA

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun oleh:

Gifano Gias Gemayal
Tahapary          230210170016

 

 

 

 

PROGRAM STUDI ILMU
KELAUTAN

FAKULTAS PERIKANAN
DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS
PADJADJARAN

2017

 

KATA
PENGANTAR

Puji serta syukur saya panjatkan ke hadirat
Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya
dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “SANITASI DAN AIR BERSIH DI INDONESIA”.
 Penyusunan makalah ini bertujuan untuk
memenuhi tugas mata kuliah semester ganjil.

Dalam penyusunannya, saya mengucapkan
terimakasih kepada Team Teaching mata
kuliah TPB yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu
besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa
memberikan manfaat untuk sekarang dan masa yang akan datang.

Saya sepenuhnya menyadari bahwa makalah ini
terdapat banyak sekali kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, saya
berharap adanya kritik dan saran demi perbaikan makalah yang telah saya buat di
masa yang akan datang.

 

 

 

Jatinangor, Desember 2017

 

Penyusun

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

Kata Pengantar……………………………………………………………………………………………….. i

Daftar Isi ………………………………………………………………………………………………………. ii

Bab I. Pendahuluan ……………………………………………………………………………………….. 1

1.1  Latar
Belakang…………………………………………………………………………………………. 1

1.2  Rumusan
Masalah…………………………………………………………………………………….. 2

1.3 
Tujuan Pembahasan………………………………………………………………………………….. 2

1.4 
Manfaat…………………………………………………………………………………………………… 2

Bab II. Pembahasan ……………………………………………………………………………………….. 3

2.1   Kondisi  Sanitasi dan Air Bersih di Indonesia…………………………………………….. 3

2.2  Penyebab
Permasalahan Sanitasi dan Air Bersih di Indonesia………………………… 4

2.3  Solusi……………………………………………………………………………………………………… 6

2.4  Pandangan
Islam………………………………………………………………………………………. 6

Bab III. Penutup…………………………………………………………………………………………….. 8

3.1 
Simpulan…………………………………………………………………………………………………. 8

3.2 
Saran………………………………………………………………………………………………………. 8

Bab IV. Daftar Pustaka…………………………………………………………………………………… 9

BAB
I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Sanitasi
dan perilaku kebersihan yang buruk serta air minum yang tidak layak bagi seluruh manusia yang berada di dunia menyebabkan permasalahan
gizi, menghalangi anak-anak melaksanakan kegiatan
untuk  mendapatkan hasil maksimal mereka bahkan kematian terhadap anak-anak
akibat diare di seluruh dunia. Kondisi ini selanjutnya menimbulkan masalah serius terhadap kualitas sumber daya manusia dan
kemampuan produktivitas suatu bangsa di masa yang akan datang. Di Indonesia,
diare masih merupakan penyebab utama kematian anak berusia di bawah lima tahun. Angka diare lebih tinggi pada anak-anak dari keluarga
yang melakukan buang air besar di sungai atau selokan dibandingkan mereka pada
rumah tangga dengan fasilitas toilet pribadi dan septik tank. Peran penting
kebersihan sering diabaikan, Kematian dan penyakit yang disebabkan oleh diare
pada umumnya dapat dicegah. Bahkan tanpa perbaikan pada sistem pengairan dan sanitasi, mencuci tangan secara
tepat dengan menggunakan sabun dapat mengurangi resiko penyakit diare. Situasi
masyarakat miskin perkotaan perlu mendapatkan perhatian segera. Di
daerah-daerah kumuh perkotaan seperti sanitasi yang
tidak layak, praktek kebersihan yang buruk, masyarakat yang padat penduduk, serta air yang kurang steril dapat menciptakan kondisi yang tidak sehat dan kemungkinan besar dapat
menimbulkan berbagai penyakit.
Selain itu, keluarga yang memiliki pendidikan rendah
cenderung melakukan praktek kebersihan yang buruk, yang berdampak terhadap penyebaran penyakit dan
peningkatan resiko kematian anak.

 

 

 

 

 

 

1.2 Rumusan Masalah

1.1.1       
Kondisi Sanitasi dan Air Bersih di Indonesia

1.1.2       
Penyebab Permasalahan Sanitas dan Air Bersih di Indonesia

1.1.3       
Solusi

1.1.4       
Pandangan Islam

1.3 Tujuan Pembahasan

Mengetahui kondisi sanitasi dan air bersih saat ini
di indonesia dan mengetahui penyebab permasalahan sanitasi dan air bersih yang
saat ini terjadi di indonesia dan memberikan solusi serta pandangan islam
tentang air.

1.4 Manfaat

      Memberikan gambaran
tentang pentingnya sanitasi layak dan air bersih

      di Indonesia ini serta memberikan info
tentang sanitasi layak dan air bersih

      karena sanitasi layak dan air bersih
adalah hak setiap yang harus dimiliki

      Warga Negara Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB
II

PEMBAHASAN

2.1
Kondisi Sanitasi dan Air Bersih di Indonesia

Ketersediaan
 dan
akses terhadap air bersih menjadi salah satu persoalan yang sangat penting
yang dihadapi
pemerintah dan masyarakat di Tanah Air. Indonesia masih kesulitan untuk meningkatkan akses terhadap air bersih
dan kualitas sanitasi layak. Beberapa daerah di Indonesia masih kekurangan ketersediaan dan
akses air bersih. Seperti di Kalimantan dan Papua yang susah mendapatkah
air bersih serta NTT dan NTB yang mengalami krisis air bersih. Hampir seluruh anak di Indonesia masih tidak
memiliki akses air minum yang bersih. itu merupakan faktor yang berdampak pada diare dan kematian anak. Penyakit diare  disebabkan oleh air yang tidak bersih maupun kebiasaan
masyarakat tentang
sanitasi dan kebersihan yang buruk tetap menjadi salah satu pembunuh terbesar
anak-anak di Indonesia. Adanya kesenjangan sosial antara penduduk di kota dan desa juga
menjadi penyebab mengapa kualitas sanitasi dan air bersih di Indonesia masih
kurang terjaga dengan baik, kesenjangan sosial menentukan perilaku masyarakat
khususnya masyarakat kurang mampu. Banyak masyarakat yang masih menerapkan perilaku Buang Air Besar
Sembarangan (BABS) sehingga merusak lingkungan, serta mengalami kesulitan dalam mengakses
air bersih bahkan sampai menggunakan air hujan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Dampak yang diterima adalah berkurangnya kualitas hidup dari setiap makhluk hidup terutama manusia. Ketika kualitas hidup
masyarakatnya tidak baik maka akan berpengaruh pula pada perkembangan suatu
negara dalam berbagai aspek. Berbagai permasalahan air sering muncul di Indonesia. Seperti
terjadinya banjir apabila musim hujan yang menghalangi masyarakat untuk
melakukan produktivitias dan terjadinya kekeringan ketika musim kemarau, kurangnya
ketersediaan air bersih bagi sebagian masyarakat indonesia, masih kurangnya
sanitasi yang layak, serta banyaknya limbah yang mencemari wilayah perairan di
Indonesia baik itu padat maupun cair.

 

2.2
Penyebab

Banyak  penyebab krisis air bersih di
berbagai
daerah di indonesia di Indonesia. Faktor-faktor
yang terkait dengan penurunan kualitas air di antaranya:

(1)
Pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi

(2)
Pertambahan dan perpindahan penduduk ke perkotaan yang sangat tinggi

(3)
Penggunaan lahan yang tidak memperhatikan konservasi tanah dan air

(4)
Eksploitasi air tanah yang berlebihan;

 

Pertumbuhan
penduduk yang tidak terkendali berpotensi pula menambah kotoran dan polusi
terhadap sumber-sumber air bersih yang ada, seperti air tanah dan air permukaan
di perkotaan (Uitto dan Biswas, 2000). Saluran air
seperti sungai, selokan, rawa, dan danau di perkotaan besar masih dijadikan
lokasi pembuangan sampah dan mengalirkan limbah yang pada akhirnya berkumpul di
laut sehingga akan
menimbulkan pencemaran air.
Seperti kota
Jakarta kualitas air dari sungai ciliwung menurun dan tidak bisa
digunakan sebagai air baku untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang disebabkan banyaknya
limbah yang mengalir di sungai ciliwung. Sangat jelas bahwa perilaku
masyarakat
Indonesia yang kurang
terarah dan kurang bersahabat dengan lingkungan berpengaruh terhadap kualitas
air. Provinsi DKI Jakarta yang merupakan kota metropolitan, pada tahun 2012
jumlah penduduk yang terlayani air bersih baru sekitar 61,06% (PDAM Provinsi
DKI Jakarta, 2012). Pengaruh pergantian musim yang menyebabkan pasokan air
tidak merata. Pergantian antara musim hujan dan musim kemarau di Indonesia
terlihat menjadi sangat jelas di mana pada
musim hujan terjadi banjir tapi pada saat musim kemarau krisis air bersih.
Jakarta merupakan salah satu contoh kawasan perkotaan yang kontras pada kedua
musimnya. Tingginya pertumbuhan penduduk menuntut besarnya penyediaan air
bersih.

 

 

 

 

2.3  Solusi

Solusi yang paling mendasar adalah harus pemerintah terus menerus menggalakkan upaya
penumbuhan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya. Hal itu
sebenarnya telah dilakukan oleh pemerintah melalui program PHBS, yaitu Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat yang mengupayakan untuk memberdayakan anggota rumah
tangga agar sadar, mau dan mampu melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
Sasaran penyuluhan program ini adalah kelas IV dan V SD/sederajat. Program
lainnya yang telah dilaksanakan pemerintah adalah PPSP yaitu Program Percepatan
Pembangunan Sanitasi Permukiman. Melalui program ini pembangunan sanitasi untuk
permukiman yang membutuhkan diharapkan dapat dipercepat. Selanjutnya yang harus dilaksanakan,
setelah kesadaran masyarakat dapat ditumbuhkan, maka pemerintah menaikkan
anggaran untuk meningkatkan fasilitas untuk mengakses air bersih serta sanitasi
yang layak.

 

2.4  Pandangan Islam

Sumber Air :

Surat Al-Baqarah 2 : 164 : Sesungguhnya dalam
penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang
berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah
turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah
mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan
pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat)
tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Surat Al-Hajj 22 : 63 : Apakah
kamu tiada melihat, bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu jadilah
bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

                 Manfaat Air :

Sumber
Kehidupan: Surat Al-Anbiya 21 :
30 Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan
bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara
keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah
mereka tiada juga beriman?

• Bahan
Penciptaan Manusia: Surat Al-Furqan 25 : 54 Dan Dia (pula) yang
menciptakan manusia dari air lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan
mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa

• Bahan
Penciptaan Hewan: Surat An-Nur 25 : 45 Dan Allah telah menciptakan semua
jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas
perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain)
berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya,
sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

• Sebagai
Minuman: Surat Al-Furqan 25 : 49 Kami memberi minum dengan air itu
sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang
banyak.

• Menyuburkan
Tanah: Surat An-Nahl 16 : 65 Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan)
dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang
demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang
yang mendengarkan (pelajaran).


Menyirami Tanaman Berbuah: Surat
Al-Baqarah 2 : 265 Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya
karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah
kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun
itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya,
maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

• Sumber
Rezeki Manusia: Surat Qaf 50 : 11 Untuk menjadi rezeki bagi hamba-hamba
(Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti
itulah terjadinya kebangkitan.

 • Suci dan Mensucikan Dari Abu Said
Al-Khudry Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam
bersabda: “Sesungguhnya (hakekat) air adalah suci dan mensucikan, tak ada
sesuatu pun yang menajiskannya.”

                       

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB
III

PENUTUP

 

3.1  Simpulan

Ketersediaan  dan akses terhadap air bersih
menjadi salah satu persoalan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat di Tanah
Air. Indonesia masih kesulitan untuk mencapai target peningkatan akses terhadap
air bersih dan kualitas sanitasi. Beberapa daerah di Indonesia masih kekurangan
ketersediaan dan akses air bersih.
Penyebab krisis air bersih di kota-kota besar di Indonesia antara lain Laju
pertambahan dan perpindahan penduduk ke perkotaan yang cukup tinggi, Penggunaan
lahan yang tidak memperhatikan konservasi tanah dan air. Solusinya antara lain Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang mengupayakan
untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau dan mampu melakukan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Sasaran penyuluhan program ini adalah kelas IV
dan V SD/sederajat.

3.2  Saran

1.     
Pelaksanaan PHBS segera di laksanakan untuk Indonesia
yang lebih baik

2.     
Butuh kerjasama dengan masyarakat Indonesia agar program dapat
terlaksana dengan lancar

3.     
Pembukaan lahan hijau yang sangat luas untuk menambah
lahan serap  .

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Unicef
Indonesia (2012). Air Bersih, Sanitasi & Kebersihan.

Retrieved From https://www.unicef.org/indonesia/id/A8_-_B_Ringkasan_Kajian_Air_Bersih.pdf

diakses tanggal 14 Desember 2017.

Admin
(2013). Menanggulangi Masalah Ketersediaan Air Bersih dan Sanitasi di

Indonesia.
Retrieved From https://hydro.co.id/menanggulangi-masalah-ketersediaan-air-bersih-dan-sanitasi-di-indonesia/

diakses tanggal 14 Desember 2017.

Prihatin,
Rohani Budi  (2013). Problem Air Bersih
di Perkotaan.

Retrieved From http://berkas.dpr.go.id/puslit/files/info_singkat/Info%20Singkat-V-7-I-P3DI-April-2013-31.pdf

diakses tanggal 14 Desember 2017.

Chrisbiyanto,
Anton  (2014). Indonesia butuh air bersih
.

Retrieved From https://nasional.sindonews.com/read/862939/18/indonesia-butuh-air-bersih-1399907826/

diakses tanggal 14 Desember 2017.

Diantini,
Ajeng, dkk (2017). Clean Water And Sanitation.

Retrieved From http://live.unpad.ac.id/pluginfile.php/51963/mod_resource/content/1/Sesi%206.%20Slide%20TPB%20FFUP%20%28Air%20Bersih%20dan%20Sanitasi%20Layak%29_kuliah%2010_10_17.pdf

diakses tanggal 14 Desember 2017.