Keadaan kembali memeriksakan dirinya ke dokter secara langsung.Stroke

Keadaan yang ayah Anda alami saat ini belum bisa dipastikan apakah demensia, alzhaimer ataupun bukan keduanya, meskipun adanya gejala-gejala yang dialami oleh ayah Anda menyerupai demensia bukan berarti bahwa Anda terkena demensia, karena prilaku meracau dan memiliki halusnasi juga dimiliki oleh banyak kondisi psikologis lainnya atau bahkan kondisi neurologis (sistem persarafan). Maka itu motivasikan ayah Anda agar kembali memeriksakan dirinya ke dokter secara langsung.Stroke adalah kondisi dimana adanya kematian jaringan pada otak akibat aliran darah yang terganggu ataupun karena adanya pendarahan di otak. Sistem persarafan yang mengendalikan pergerakan (motorik) berbeda dengan yang peraba (sensoris), sehingga masih bisanya merasakan sentuhan pada bagian yang lemah atau bahkan lumpuh bisa saja terjadi.Demensia adalah keadaan dimana adanya penurunan fungsi otak, sehingga daya ingat dan kemampuan berpikir menjadi menurun. Demensia juga erat dengan kondisi depresi sehingga akan kesulitan dalam berhubungan sosial bahkan berhalusinasi sehingga tidak mampu hidup mandiri.Disisi lain alzheimer adalah suatu proses penurunan daya ingat dan berpikir akibat adanya gangguan otak yang terjadi secara bertahap, jika berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan wawancara dicurigai ke arah alzheimer maka untuk memastikannya diperlukan pemeriksaan CT-scan ataupun MRI.Obat-obat yang diberikan dokter saraf tersebut tentunya sudah dipertimbangan secara matang berdasarkan hasil evaluasi yang telah beliau lakukan, dimana aspilet adalah obat yang diberikan untuk seseorang pasca serangan stroke, citicolin berguna untuk mengurangi kerusakan yang terjadi pada jaringan otak, piracetam berguna untuk melindungi otak dari kondisi kekurangan oksigen, dan clopidogrel berguna untuk mencegah terjadinya serangan stroke terulang kembali.Pasien stroke diharapkan untuk rutin kontrol secara teratur, agar keluhannya tidak bertambah berat dan mencegah terjadinya kekambuahn.