Fraktur adalah suatu patahan pada kontinuitas struktur tulang.

Fraktur
adalah suatu patahan pada
kontinuitas struktur
tulang. Umumnya fraktur disebabkan oleh trauma atau aktivitas fisik
dimana tulang mendapat tekanan yang berlebihan (Apley, 1995). Fraktur dapat disebabkan
karena trauma, yaitu dimana terdapat tekanan yang berlebihan pada tulang, baik berupa
langsung maupun tidak langsung (Sjamsuhidajat dan Jong, 2010).

World
Health Organization (WHO) menyatakan pada tahun 2008 telah terjadi sekitar 13
juta kasus fraktur di dunia dengan prevalensi 2,7 % dan meningkat pada tahun
2009 menjadi 18 juta orang dengan prevalensi 4,2 %. Tahun 2010 meningkat menjadi
21 juta orang dengan prevalensi 3,5 %. Fraktur tersebut di dalamnya termasuk insiden
kecelakaan, cedera olahraga, dan lain lain (Aghina, 2015). Di Indonesia prevalensi
terjadinya cedera terus mengalami peningkatan. Dari 7,5 persen pada Rikesdas
2007 menjadi 8,2 persen pada Rikesda 2013. Bila ditinjau dari penyebab cederanya,
cedera karena kecelakaan sepeda motor menempati peringkat kedua tertinggi setelah
cedera karena jatuh yaitu sebesar 46 % (Depkes RI, 2013).

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Fraktur mempunyai dampak yang mendalam pada aspek
kehidupan pasien karena mengalami gangguan mobilisasi selama masa penyembuhan fraktur
sehingga diperlukan penanganan yang tepat. Adapun prinsip penanganan fraktur
meliputi reduksi, imobilisasi, serta pengembalian fungsi dan kekuatan normal
dengan rehabilitasi (Smeltzer, 2002).Hal ini dilakukan untuk mengurangi nyeri,
mengembalikan pada posisi yang tepat dan membantu menembalikan fungsi untuk
bergerak sedini mungkin. (Solomon et al.,
2010)

Fraktur tulang memiliki mekanisme penyembuhan penyembuhan
alami yang meliputi lima tahapan yaitu fase hematoma, inflamasi, dan
proliferasi seluler, pembentukan kalus, konsolidasi , dan remodelling (Solomon et al., 2010). Dalam proses penyembuhan
fraktur terjadi pembentukan suatu radikal bebas yaitu Reactive Oxygen Species (ROS) dan Reactive Nitrogen Species (RNS) yang disebabkan hasil degradasi
fragmen  tulang berupa kolagen yang
bereaksi dengan oksigen. Jika peningkatan radikal bebas tidak diimbangi dengan
antioksidan endogen akan terjadi stres oksidatif. Proses tersebut menyebabkan
terhambatnya fase kedua dalam proses penyembuhan fraktur yaitu infalamsi dan
proliferasi seluler yang terjadi delapan jam setelah fraktur sehingga jumlah
sel-sel osteogenik menurun dan terjadi supresi fungsi sel osteoklas untuk
degenerasi sel yang mati, serta mempengaruhi regenerasi sel melalui kerusakan
DNA dan membran sel (Cedenas, 2002).

Stres oksidatif dapat dicegah dengan senyawa antioksidan.
Tubuh manusia memiliki senyawa antioksidan yang berasal dari dalam tubuh
(antioksidan endogen), namun stres oksidatif yang terjadi dalam proses
penyembuhan fraktur tulang cukup tinggi sehingga antioksidan dalam tubuh tidak
dapat menetralisir, maka dari itu dibutuhkan tambahan asupan antioksidan dari
luar (Suryohudoyo, 2005).

Salah satu senyawa yang memiliki efek antioksidan adalah
flavonoid (Maleyki et al., 2008).
Kadar flavonoid yang cukup tinggi dapat ditemukan pada bayam merah (Hii et al., 2009). Daun bayam merah diproses
lebih lanjut melalui ekstraksi menggunakan pelarut etanol yang membuat
flavonoid lebih mudah larut di dalamnya (Wulandari et al., 2012). 

Bayam
Merah (Amaranthus tricolor L.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk
dikonsumsi daunnya sebagai
sayuran. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia
termasuk di Indonesia. Dalam kehidupan masyarakat Indonesia sendiri, bayam merah merupakan tumbuhan yang populer karena mudah
ditemui dan mudah diolah. (Rukmana, 1994).

Karena mudah didapat dan sudah cukup populer di
masyarakat Indonesia sebagai sayur untuk dikonsumsi, potensi lebih dari daun
bayam merah harus dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, sejalan dengan program
Universitas Jember untuk memanfaatkan sumber daya di bidang hayati, penulis
tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh ekstrak daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) terhadap proses penyembuhan fraktur pada fraktur femur tikus wistar jantan.