1PEKERJAAN yang layak memiliki beberapa kriteria tersendiri hingga

 1PEKERJAAN LAYAK DAN PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA SERTAKAITANNYA DENGAN AGAMA ISLAMDiajukan untuk memenuhi mata kuliah TPBOleh :ERIKA MAYA SARI170110170020Kelas TPB kelompok 19UNIVERSITAS PADJADJARANJATINANGOR2018  2ABSTRAKPekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi sangat erat kaitannya, karena pekerjaan yang layakdapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara, begitu pun pertumbuhanekonomi dapat meningkatkan pendapatan terhadap tenaga kerja dan secara tidak langsungberpengaruh terhadap kualitas pekerjaan dan ketenagakerjaannya. Hampir semua orangmemiliki pekerjaan, namun banyak yang tidak dapat dikategorikan dalam pekerjaan yanglayak, karena pekerjaan yang layak memiliki beberapa kriteria tersendiri hingga pekerjaantersebut dapat dikatakan layak.Banyak masyarakat yang bekerja namun kebutuhan hidupnya masih belum dapat terpenuhidan belum terdapat kepuasan atas apa yang dikerjakannya, hal semacam itu menjadi salah satufaktor pertumbuhan ekonomi di Indonesia berjalan dengan lambat. Masalah lainnya adalahtingkat pengangguran dan jumlah lapangan pekerjaan masih menjadi penghambat terhadappertumbuhan ekonomi, padahal pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan dapat memunculkankesempatan kerja yang luas, sehingga dapat mengurangi permasalahan-permasalahan tersebut.Begitu banyak firman-firman Allah dalam al-Quran  yang menjelaskan mengenai kewajibanmemiliki pekerjaan, karena Islam memuliakan orang yang bekerja. Allah tentu sudahmenetapkan rezeki seseorang, namun apabila manusia mau berusaha pasti akan terjadiperubahan yang baik dalam dirinya yang tentunya akan berpengaruh terhadap lain hal pula.Apabila umat manusia selalu menjalankan pekerjaan sesuai dengan tuntunan Allah SWT danAl-Quran sebagai landasannya, senantiasa pekerjaan tersebut akan bernilai ibadah di mataAllah dan pertumbuhan ekonomi pun akan menciptakan kesejahteraan hidup yang merata.  3KATA PENGANTARPuja serta  puji  syukur saya  panjatkan atas  ke  hadirat Allah  SWT  yang selalu  melimpahkanrahmat dan karunia-Nya kepada saya, solawat serta salam selalu tercurahkan kepada junjunganbesar Nabi Muhammad SAW yang telah membimbing kita sebagai umatnya.Makalah ini berjudul  “Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia  serta Kaitannyadengan Agama  Islam”,  ditujukan untuk  memahami  lebih detail  mengenai gambaran  apa  itupekerjaan yang  layak serta pertumbuhan  ekonomi di Indonesia,  dan bagaimana Agama  Islammemandang perihal tersebut.Terlepas  dari itu,  saya  menyadari bahwa  masih  ada kekurangan  baik  dari  segi penyusunankalimat  maupun  tata  bahasanya.  Untuk  tercapainya  kesempurnaan  makalah ini,  kritik  dansaran yang membangun saya  harapkan demi kebaikan makalah ini kedepannya. Saya berharapagar  makalah  ini  bisa  bermanfaat  bagi  kita  semua,  khususnya  bagi  para  pembaca  dan  dilingkungan akademis. Amin ya robbal’alamin.Bandung, 4 Januari 2018  4DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL……………………………………………………………………………1ABSTRAK………………………………………………………………………………………2KATA PENGANTAR………………………………………………………………………….3DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………4BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………51.1 Latar Belakang………………………………………………………………………51.2 Rumusan Masalah…………………………………………………………………..61.3 Tujuan Penulisan……………………………………………………………………61.4 Manfaat Penulisan…………………………………………………………………..6BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………………….82.1 Kriteria Pekerjaan Yang Layak……………………………………………………..82.2 Tenaga Kerja Dan Pekerjaan Di Indonesia.…………………………………………92.3 Faktor Pertumbuhan Ekonomi…………………………………………………….102.4 Kondisi Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia…………………………………….112.5 Perspektif Agama Islam……………………………………………………………12BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………153.1 Kesimpulan………………………………………………………………………..153.2 Saran………………………………………………………………………………15DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………16  5BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangPekerjaan adalah suatu usaha yang dilakukan manusia demi menghasilkan nafkah danmemenuhi kebutuhan hidupnya. Namun banyak dari kita yang belum mengetahui mengenaiapa sebenarnya pekerjaan yang layak itu. Secara sederhana pekerjaan yang  layak adalahpekerjaan yang dilakukan atas kemauan atau pilihan sendiri, memiliki upah dan memberikanpenghasilan yang cukup untuk membiayai hidup secara layak, serta terjamin keamanan  dankeselamatan fisik.Agama Islam menerangkan bahwa bekerja merupakan suatu keharusan, Rasulullah SAW danpara sahabatnya pun merupakan para pekerja keras. Beliau merupakan sosok yang dapatdijadikan teladan untuk selalu bekerja keras dalam hidup. Islam mendorong umatnya untukbekerja dan memproduksi, bahkan menjadikannya sebagai suatu kewajiban tehadap orang-orang yang mampu, lebih dari itu Allah akan memberi balasan yang setimpal sesuai denganamal atau kerja, seperti firman Allah QS. An- Nahl (16) ayat  97 :?????? ????? ?? ????? ????? ????????? ???? ???? ???????? ???? ??? ???? ?? ??? ?? ????? ?  ?? ??”…Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaanberiman, maka pasti akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan kami beribalasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”(QS. An- Nahl(16) ayat 97)Pertumbuhan ekonomi dapat dikatakan sebagai peningkatan dalam perekonomian yangmenimbulkan produktivitas barang dan jasa bertambah sehingga tingkat kesejahteraan dalammasyarakat meningkat. Pekerjaan yang layak disadari atau tidak disadari akan  berpengaruhterhadap pertumbuhan ekonomi di negara tersebut. Karena apabila masyarakat bisa mendapatpekerjaan yang layak tentunya akan menyebabkan pendapatan perkapita penduduk suatumasyarakat meningkat dalam jangka panjang, dan ini sangat berpengaruh terhadap tingkatpertumbuhan ekonomi di suatu negara. Namun realitanya, pertumbuhan penduduk di  6Indonesia contohnya, tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan yang dapat dikatakan layak.Masih banyak sekali masyarakat Indonesia yang belum mendapat pekerjaan yang  layak.Masalah ini pun menjadi persoalan yang kompleks, karena pertumbuhan ekonomi menjaditidak berjalan semestinya.1.2 Rumusan MasalahDari latar belakang diatas, maka dapat diambil beberapa permasalahan,  yaitu sebagai berikut:1.   Apa ciri suatu pekerjaan dapat dikatakan layak?2.   Apa saja faktor pertumbuhan ekonomi?3.   Bagaimana keadaan pekerjaan dan ketenagakerjaan di Indonesia?4.   Bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi di Indonesia?5.   Bagaimana perspektif Agama Islam memandang mengenai melakukan pekerjaan danpertumbuhan ekonomi tersebut?1.3 Tujuan PenulisanPenulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui informasi mengenai :1.   Untuk mengetahui bagaimana kriteria pekerjaan yang layak2.   Untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor pertumbuhan ekonomi3.   Untuk mengetahui keadaan tenaga kerja dan pekerjaan yang ada di Indonesia4.   Untuk mengetahui bagaimana kondisi pertumbuhan di Indonesia5.   Untuk mengaetahui kaitan perspektif Agama Islam dalam memandang persoalanmengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia1.4 Manfaat PenulisanManfaat penulisan makalah ini yaitu :1.   Memberikan informasi mengenai pekerjaan yang layak sehingga dapat diketahuiapakah masyarakat sudah mendapat pekerjaan yang layak  72.   Memberikan informasi mengeai keadaan pekerjaan serta kondisi pertumbuhanekonomi di Indonesia3.   Mengetahui bagaimana Agama Islam memandang dan menyelesaikan persoalanmengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.  8BAB IIPEMBAHASAN4.1 Ciri Pekerjaan LayakPekerjaan yang layak tentunya memiliki kriteria sehingga pekerjaan tersebut dapat  dikatakanlayak, diantaranya :1.   Pendapatan yang layak diterima sesuai dengan posisi/jabatan2.   Dapat menjamin keberlangsungan hidup serta dapat memenuhi kebutuhan finansialpekerjanya3.   Tersedia bagi semua orang dengan usia produktif (tidak termasuk usia anak-anak)tanpa kecuali, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik,  serta kesetaraan danperlakuan yang sama antar gender4.   Mempunyai persyaratan kerja, serta terdapat jaminan sosial maupun kesehatan bagipara pekerjanyaSedangkan ciri-ciri seseorang sudah mendapat pekerjaan yang layak yaitu :1.   Kebutuhan hidupnya terpenuhi2.   Munculnya kepuasan dalam diri karena tidak terbebani dengan pekerjaannya3.   Dapat membantu pertumbuhan ekonomi negaranya.4.   Hidupnya sejahtera.Mendapatkan pekerjaan yang layak bukanlah sesuatu yang mudah,  perlu didorong denganusaha dan dibantu dengan doa. Karena untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusiadiwajibkan untuk bekerja dan tidak berdiam diri saja. Seperti firman Allah dalam surat AthThalaq ayat 2-3 yang menyebutkan “…Barang siapa yang bertaqwa  kepada Allah makaDia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tak tidakdisangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akancukupkan (keperluan)nya” (Q.S Ath-Thalaq 2-3).  94.2 Tenaga Kerja dan Pekerjaan Di IndonesiaTenaga kerja di Indonesia sampai saat ini masih memiliki beberapa permasalahandiantaranya:1.   Kualitas tenaga kerja yang rendah, ini disebabkan oleh beberapa faktor sepertikurangnya pendidikan dan lemahnya dalam menguasai ilmu pengetahuan danteknologi.2.   Banyaknya pengangguran, faktor ini merupakan dampak dari faktor sebelumnya,dimana kualitas tenaga kerja yang rendah karena pendidikan dan lemahnya penguasaaniptek menjadi salah satu alasan pengangguran merajalela.Selain itu pula lapanganpekerjaan yang tersedia tidak mampu menyerap angkatan kerja yang  ada.3.   Persebaran tenaga kerja tidak merata, kondisi geografis Indonesia menyebabkanpersebaran penduduk tidak merata. Kebanyakan penduduk Indonesia terdapat di pulauJawa. Ini menyebabkan permasalahan-permasalahan lain seperti pembangunan diIndonesia menjadi tidak merata.Tenaga Kerja Indonesia per 2016:dalam juta2010116.5108.28.32011119.4111.38.12012120.3113.07.32013120.2112.87.42014121.9114.67.22015122.4114.87.62016127.8120.87.0Tenaga Kerja- Bekerja- MenganggurTabel tersebut memperlihatkan jumlah tenaga kerja, yang bekerja dan menganggur sampaiperiode 2016. Dari jumlah tenaga kerja dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yangdisesuaikan dengan jumlah yang bekerja. Dan angka yang menganggur cenderung  mengalamipenurunan, kecuali pada tahun 2012-2013 mengalami kenaikan sebesar 0,1 juta jiwa dan pada2014-2015 sebesar 0,4 juta jiwa.Tenaga Kerja per Sektor :  10dalam juta201142.523.2201239.923.6201339.224.1201439.024.8201537.825.72016¹38.3PertanianPedagang Grosir, Pedagang Ritel,Restoran dan Hotel28.5Jasa masyarakat, Sosial dan PribadiIndustri Manufaktur17.013.717.415.618.515.018.415.317.915.319.816.0¹ data dari Februari 2016Sumber: Badan Pusat Statistik Dari data diatas tergambar bahwa pertanian menjadi sektor yang paling banyak menyeraptenaga kerja. Salah satu faktornya karena Indonesia merupakan negara agraris sehingga sektortersebut menjadi yang terbanyak menyerap tenaga kerja.4.3 Faktor Pertumbuhan Ekonomi1. Sumber daya alamSumber daya alam sangat mempengaruhi industri di suatu negara sebagai bahan baku dalamproduksi, seperti laut, pertambangan, dan hutan,. Maka dari itu diperlukan keahlian manusiauntuk mengolah sumber daya tersebut menjadi sesuatu yang bernilai tinggi.2. Sumber daya manusiaSumber daya manusia sangat menentukan keberhasilan pembangunan nasional melalui jumlahdan kualitas penduduk. Sehingga apabila Sumber daya manusianya berkualitas, pertumbuhanekonomi di negara tersebutpun akan tercapai.3. Sumber daya modalSementara itu, sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah bahan mentahtersebut. Karena modal akan berpengaruh terhadap produksi yang dihasilkan, semakin banyakmodal, maka semakin tinggi pula produksi yang dihasilkan.4. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi  11Perkembangan iptek tentu mendorong adanya perubahan pada proses pembangunan, dan polakerja manusia dari yang awalnya menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesincanggih sehingga berdampak kepada aspek efisiensi.5. Faktor budayaFaktor budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras, jujur,  uletdan sebagainya. Adapun faktor budaya yang dapat menghambat proses pembangunandiantaranya seperti masyarakat yang masih menggunakan tenaga  manual sehingga tidakefektif. Selain itu sifat egois dan serakah manusia yang dapat memicu  munculnya KKNsehingga tentunya akan sangat menghambat pertumbuhan ekonomi.Pertumbuhan ekonomi akan bisa tercapai apabila faktor-faktor tersebut dapat berjalan secaraberkesinambungan. Sumber daya manusia yang merupakan organ penggerak utama harusdapat mengolah segala sesuatu pemberian Allah SWT yang berada di bumi dengan sebaik-baiknya. Seperti firman Allah dalam surat al-Hijr ayat 20 :?????? ??? ???? ??? ???? ???? ??? ??????”…Dan Kami telah menjadikan untukmu sumber-sumber kehidupan untuk keperluanmu, dan(Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberirezekinya..”(Q.S Al-Hijr ayat 20).4.4 Kondisi Pertumbuhan Ekonomi Di IndonesiaCiri-ciri/ kriteria pertumbuhan ekonomi1.   Laju pertumbuhan penduduk dan produk per kapita.2.   Peningkatan Produktivitas barang dan jasa3.   Laju Perubahan Struktural yang Tinggi.4.   Urbanisasi5.   Arus Barang, Modal, dan Orang Antarbangsa.6.   Meningkatnya GDP dan GNP  12Kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia per 2015:Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang cenderung meningkat, dari 4,73 persen padatriwulan III tahun 2015 dan naik menjadi 5,04 persen pada triwulan IV tahun 2015. Jikadipantau secara tahunan, pertumbuhan ekonomi di Indonesia pergerakkannya melambat.Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2015yaitu sebesar 4,79 persen dan merupakan yang terendah pada enam tahun terakhir.Pendapatan pekerja yang tidak dapat mengimbangi kenaikan-kenaikan harga tersebutmerupakan faktor anjloknya konsumsi rumah tangga.Maka dari itu diperlukan upaya yang berkesinambungan serta perubahan-perubahan yangdapat membuat pertumbuhan ekonomi suatu negara menuju kearah yang  lebih baik. Seperti dijelaskan dalam firman Allah surat Ar- Rad ayat 11 :??????? ?? ?????? ??? ???? ?? ??????”Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubahkeadaan diri mereka sendiri.” (QS.ar-Ra’d:11)4.5 Perspektif Agama IslamDalam islam, setiap muslim dianjurkan untuk bekerja, untuk memenuhi kebutuhan hidupnyadan memberi nafkah untuk keluarga, karena islam mencintai muslim yang mandiri, giatbekerja, serta rajin memberi, bukan hanya sekedar berpangku tangan memohon belas kasihandan menjadi beban bagi orang lain. Seperti firman Allah dalam QS at-Tawbah ayat 105 yangberbunyi :?????? ???? ??? ??????? ???????? ?  ???? ????  ??? ???????  ????????? ?????? ?????      ????? ?????? ?  ??”Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihatpekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yangghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”  (QSat-Tawbah /9: 105).  13Islam  memuliakan muslim yang mau bekerja dan berusaha, karena sesungguhnya manusiadiciptakan di bumi ini untuk dapat bekerja keras dan berusaha, Allah berfirman dalam QS Al-Balad ayat 4 yang berbunyi :??? ?? ??? ? ????? ???”Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah” (QS Al-Balad/90:4)Pekerjaan yang layak akan mudah didapatkan apabila manusianya pun memiliki kesadaran diriuntuk berusaha. Karena keinginan tanpa didorong dengan berusaha sama saja tidak adaartinya. Selain itu kita pun perlu memahami apa yang sedang kita kerjakan dan  melakukannyasesuai kemampuan, agar sesuatu itu membawa manfaat dan bukan mudarat kedepannya.Seperti yang termaktub dalam firman Allah surat Az Zumar ayat 39  yang berbunyi :?????? ?  ???  ? ??  ??? ??????? ???  ?????? ???? ? ?”katakanlah (Muhammad), wahai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu,sesungguhnya Aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui” (QS AzZumar/39:39).Ayat tersebut dimaksudkan bahwa manusia dianjurkan untuk bekerja sesuai dengan keadaandan kemampuannya, karena Allah tidak pernah tidur, Allah pasti akan memberikan balasansesuai dengan apa yang diusahakan oleh umatnya.Islam memberikan kebebasan pada umatnya untuk memilih pekerjaan yang sesuai dengankemampuannya. Walau begitu islam pun memiliki nilai-nilai yang harus dijaga agar  pekerjaantersebut menjadi kegiatan ibadah yang member manfaat serta keuntungan di akhirat  kelak.Bekerjalah bukan semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan duniawi saja, lakukanlahpekerjaan yang halal dengan cara yang jujur dan tidak dzalim. Selayak apapun itu pekerjaandan sebesar apapun itu hasilnya tidak akan bernilai ibadah kepada Allah apabila tidakmenyertakan Allah dalam setiap pekerjaannya.  14BAB IIIPENUTUP3.1 KesimpulanBerdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa :Pekerjaan yang layak merupakan pekerjaan yang dapat menjamin keberlangsungan hidup  sertamemenuhi kebutuhan finansial pekerjanya, dan dapat membantu pertumbuhan ekonominegaranya.Di Indonesia masih terdapat banyak permasalahan-permasalahan yang mengahambatpertumbuhan ekonomi itu sendiri, seperti masalah yang saling berkaitan yaitu masalah tingkatpendidikan, pengangguran, dan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia. Banyak upaya yangsebenarnya sudah dilakukan namun tetap saja belum dapat menuntaskan permasalahantersebut. Sedangkan untuk tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dikategorikanbergerak lambat, salah satu faktor yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi lambat yaitukarena masalah pekerjaan di Indonesia. Namun walaupun lambat, pergerakkan tersebutmenuju ke arah positif seperti yang ditunjukkan beberapa tahun terakhir bahwa pertumbuhanekonomi Indonesia yang cenderung meningkat.Islam menjelaskan melalui banyak firman Allah SWT mengenai betapa pentingnya memilikisebuah pekerjaan, karena bekerja itu adalah ibadah yang merupakan kewajiban seluruh umatmanusia. Dalam islam bekerja bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan diri, tetapi jugauntuk menjaga martabat serta harga diri yang perlu dijunjung tinggi. Islam sangat  memuliakanorang yang mau bekerja dengan jerih payahnya sendiri.3.2 SaranBanyak upaya yang dapat dilakukan agar permasalahan tentang ketenagakerjaan dan pekerjaanlayak bisa dikurangi yaitu, pemerintah membuka secara luas lapangan pekerjaan, agar  tingkatpengangguran dapat dikurangi, perbaikan terhadap sistem upah bagi para tenaga kerja, danpelatihan keterampilan bagi para tenaga kerja. Upaya-upaya tersebut pasti akan berpengaruhterhadap tingkat kesejahteraan dan juga tingkat pertumbuhan ekonomi negaranya. Dengan  15bekerja sungguh-sungguh dan disertai doa kepada Allah, kebaikan penghidupan diduniaberupa kemuliaan dan kesejahteraan akan diperoleh dari-Nya.  16DAFTAR PUSTAKASerikat Pekerja Nasional (Okt, 2016), Pekerjaan Layak Atau Decent Work.  Dilihat pada 1Januari 2018 dari https://spn.or.id/pekerjaan-layak-atau-decent-work/Dharmajati, Andika, (Sep, 2014). Pekerjaan dan Penghidupan yang Layak Bagi MasyarakatIndonesia. Dilihat pada 2 Januari 2018, darihttps://www.kompasiana.com/andikadhamarjati98/pekerjaan-dan-penghidupan-yang-layak-bagi-masyarakat-indonesia_54f5dd9ca33311444f8b478bScoot, Avrie. Artikel pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Dilihat pada 2 Januari 2018,dari http://alviescoot.blogspot.co.id/2014/09/artikel-pembangunan-pertumbuhan-ekonomi.htmlDictio, (2017) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatunegara?. Dilihat pada 1 Januari 2018, dari https://www.dictio.id/t/faktor-faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi-pertumbuhan-ekonomi-suatu-negara/7641/2Indonesia-Investments. Pengangguran Di Indonesia. Dilihat pada 1 Januari 2018, darihttps://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/pengangguran/item255Sudi Al-Faqir, (2009). Ayat-ayat Al-Quran Yang berkenaan Dengan Pekerjaan. Dilihat pada  2Januari 2018, dari https://hsudiana.wordpress.com/2009/07/08/ayat-ayat-al-quran-yang-berkenaan-dengan-pekerjaan/Muhnito, M (2013). Pertumbuhan Ekonomi, Dilihat pada 1 Januari 2018,darihttp://digilib.unila.ac.id/976/8/BAB%20II.pdfIdwal B. Upah dan Tenaga Kerja dalam Islam. Dilihat pada 2 Januari 2018, dariejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/mizani/article/download/51/51https://quran.com Diakses pada 3 dan 4 januari 2018Q.S An-Nahl ayat 97  17Q.S At-Thalaq ayat 2-3Q.S Al-Hijr ayat 20Q.S Ar-Rad ayat 11Q.S At-Tawbah ayat 105Q.S Al-Balad ayat 4Q.S Az-Zumar ayat 39