1. dalam satu kelompok, memiliki kegiatan yang berkaitan

1. a) Komunikasi Intrapersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh diri kita sendiri dan untuk diri kita sendiri. Komunikasi intrapersonal dilakukan agar kita dapat lebih memahami atau mengenal diri kita dan untuk mengintrospeksi atau mengkoreksi sikap dan tingkah laku yang telah kita lakukan. Karakteristik komunikasi intrapersonal adalah diri itu sendiri. Diri kita terbentuk karena adanya komunikasi yang kita lakukan dengan orang lain selama hidup. Oleh sebab itu, orang lain dapat membentuk diri kita, contohnya adalah orangtua yang mengasuh kita sejak dilahirkan. Pola asuhan yang diterapkan oleh orangtua kita dapat menentukan bagaimana kita memandang sebuah hubungan. Diri juga merupakan sesuatu yang dinamis atau dapat berubah-ubah, karena dalam berkomunikasi diri juga mengalami proses belajar yang dapat mengubah cara pandang suatu hal menjadi berbeda.b) Komunikasi Interpersonal atau Komunikasi Antarpribadi adalah komunikasi yang kita jalin dengan orang lain agar dapat menciptakan hubungan pribadi. Dalam proses komunikasi antarpribadi, orang saling membuka dirinya dan saling mempelajari satu sama lain serta menciptakan makna-makna tersendiri seperti arti hubungan yang mereka jalani. Karakteristik komunikasi interpersonal adalah biasanya dilakukan oleh dua orang, adanya keunikan, komitmen, dan peraturan dalam suatu hubungan yang kita jalin, yang belum tentu dimiliki lewat hubungan dengan orang lain. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh keadaan lingkungan yang dapat memperngaruhi bagaimana kita menjalani hubungan pribadi tersebut. c) Komunikasi Kelompok adalah komunikasi yang dilakukan dengan sekelompok kecil orang yang sama-sama memiliki perasaan termasuk dalam kelompok tersebut, memiliki tujuan atau minat yang sama, dan saling mempengaruhi satu sama lain. Karakteristiknya adalah terdiri dari tiga atau lebih orang dalam satu kelompok, memiliki kegiatan yang berkaitan dengan tujuan mereka atau dalam komunikasinya saling berbagi dan membahas minat yang sama, adanya kebersamaan yang dijalin. d) Komunikasi Organisasi adalah komunikasi yang dilakukan dalam suatu organisasi. Didalam organisasi terdapat hirarki, oleh sebab itu komunikasi organisasi dapat berbentuk vertikal atau horizontal. Vertikal artinya komunikasi dilakukan antara pimpinan dengan anggotanya sedang horizontal artinya komunikasi dilakukan oleh orang yang berada dalam hirarki yang sama seperti sesame anggota organisasi. Komunikasi dalam organisasi dilakukan untuk mengarahkan suatu kelompok dalam mencapai tujuannya. Karakteristik komunikasi organisasi adalah adanya group decision making atau keputusan yang diambil berkelompok, biasanya berupa musyawarah atau voting (pengambilang suara terbanyak). Dalam komunikasi organisasi akan terlihat peran dan tanggung jawab setiap anggota organisasi. e) Komunikasi Publik adalah komunikasi yang dilakukan oleh satu orang ke orang banyak dalam rangka untuk menyebaran informasi ke publik atau masyarakat. Komunikasi publik bertujuan untuk memberikan suatu informasi, menghibur, dan meyakinkan banyak orang mengenai suatu hal. Karakteristik komunikasi publik adalah rendahnya interaksi antara penyebar informasi dan public atau masyarakat yang menerimanya, karena tidak seimbangnya antara jumlah orang yang menyebar informasi yaitu satu orang dan publik yang menerimanya. Kemudian, besarnya tanggung jawab yang dimiliki pembicara dalam membuat dan mempersiapkan bahan untuk dibicarakan, karena segala hal yang akan dikatakan dapat memiliki dampak yang besar bagi masyarakat. Seorang pembicara didepan publik biasanya memiliki kredibilitas yang tinggi sehingga masyarakat tentunya mudah percaya dengan apa yang dikatakannya.f) Komunikasi Massa adalah komunikasi yang berlangsung melalui media yang pesannya ditujukan kepada khalayak dalam jumlah yang besar. (Julia Woods, 2014: 288, dalam catatan pribadi saya, November 2017). Media yang dipergunakan adalah televisi, surat kabar atau koran, majalah, radio, dan lain sebagainya. Karakteristik komunikasi massa adalah rendahnya tingkat interaksi karena dilakukan melalui media sehingga tidak langsung, melibatkan khalayak banyak, berpusat dan dikontrol oleh sumber yaitu media massa, bersifat formal, terencana, dan dapat diprediksi, bersifat impersonal yaitu dari berasal dari organisasi ke khalayak umum. (Ruben, Stewart, dan Householder, 2014, dalam catatan pribadi saya, November 2017) g) Komunikasi Antarbudaya adalah komunikasi yang dilakukan antara individu dengan budaya yang berbeda. Sebenarnya, hampir semua komunikasi merupakan komunikasi antarbudaya karena semua individu memiliki latar belakang budaya yang berbeda-beda. Dengan komunikasi antarbudaya, kita belajar menghargai perbedaan. Karakteristik komunikasi antarbudaya biasanya terdapat kendala atau halangan kebudayaan dalam melakukan suatu aktivitas. Misalnya, ketika kita baru masuk dunia perkuliahan, kita bertemu dengan berbagai macam individu dari asal daerah yang berbeda. Bahasa yang digunakan meskipun sama-sama menggunakan bahasa Indonesia tetapi memiliki logat yang berbeda, terkadang hal tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman.2. a) Budaya adalah segala sistem gagasan, nilai, kepercayaan atau keyakinan, bahasa, tindakan dan perilaku manusia yang dilakukan secara terus-menerus hingga menjadi suatu kebiasaan, serta diturunkan dari generasi ke generasi. Budaya juga dapat berupa hasil karya manusia.  Budaya biasanya mencerminkan suatu masyarakat tertentu. Budaya bersifat kompleks dan dapat berubah seiring dengan perkembangan segala aspek dalam kehidupan manusia seperti aspek teknologi dan ekonomi. Terkadang, keberadaan budaya tidak kita sadari. Keberadaan budaya baru kita sadari ketika kita berhadapan dan berinteraksi dengan orang lain yang memiliki budaya yang berbeda dan ketika kita melanggar salah satu sistem kebudayaan yang sudah menjadi kebiasaan. Budaya biasanya diterapkan dan tanpa kita sadari telah dipelajari sejak kita masih kecil, sehingga kita menganggap bahwa budaya yang kita terapkan adalah budaya yang paling pantas atau paling benar daripada budaya lain, begitupun dengan budaya lain yang akan beranggapan sama ketika melihat budaya kita. Pada dasarnya, budaya tidak dapat dikatakan benar atau salah karena semua budaya benar sesuai dengan dan oleh kriteria yang berlaku dalam suatu budaya, artinya suatu budaya tidak dapat dinilai menggunakan kriteria budaya lain. Para ilmuwan mengatakan bahwa budaya dapat dibedakan berdasarkan beberapa orientasi budayanya, yaitu budaya yang High Context Culture (HCC) yaitu makna atau pesan disampaikan secara tersirat didalam konteks dan budaya yang Low Context Culture (LCC) yaitu makna atau pesan disampaikan secara langsung. b) Komunikasi dan budaya memiliki kaitan yang sangat erat. Berdasarkan pernyataan yang diberikan oleh ahli antropolog, Edward Hall, “Komunikasi adalah budaya dan budaya adalah komunikasi.” tertera dalam soal yang diberikan, komunikasi adalah budaya karena manusia berkomunikasi secara terus-menerus dan suatu kelompok masyarakat biasanya memiliki  cara yang berbeda-beda dalam berkomunikasi, sehingga komunikasi menjadi membudaya untuk semua masyarakat. Budaya adalah komunikasi karena budaya muncul melalui komunikasi. Budaya dikreasikan, dibagikan, dipelihara, dan diubah melalui komunikasi. c) Dalam merespon perbedaan budaya dalam berkomunikasi, manusia harus memiliki pikiran yang terbuka dan tingkat toleransi yang tinggi. Berpikir terbuka artinya kita harus belajar melihat budaya dari perspektif orang lain atau dari sudut pandang budaya orang lain. Manusia harus menyadari bahwa budaya yang dimiliki oleh orang lain tidak dapat diukur dengan kriteria atau nilai-nilai budayanya. Hal seperti itu hanya akan menimbulkan konflik. Melihat budaya dari perspektif budaya lain akan mendorong kita untuk lebih mudah bertoleransi atau menghargai perbedaan budaya, karena dengan melihat dari perspektif lain kita juga jadi ikut memahami budaya yang diterapkan oleh orang lain. Contoh berpikir terbuka dalam merespon perbedaan kebudayaan dalam berkomunikasi, misalnya Fulani (nama khayalan) merupakan orang yang berasal dari Aceh. Aceh memiliki kebudayaan yang didasari oleh agama Islam seperti untuk perempuan diwajibkan menggunakan pakaian yang menutupi aurat dan Fulani tentunya menerapkan budaya tersebut. Kemudian, ia merantau ke Jakarta untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi yaitu  kuliah. Di Jakarta, ia bertemu beragam macam orang dari daerah yang berbeda-beda. Karena mayoritas yang ia temui orang Jakarta yang modern dimana salah satu kebudayaannya memiliki keyakinan agama yang berbeda dengannya, sehingga cara berpakaiannya pun berbeda. Bukan hanya orang dengan keyakinan berbeda saja, tetapi orang yang memiliki keyakinan agama yang sama dengannya pun banyak yang berpakaian tidak menutup auratnya. Pastinya hal itu sempat membuat Fulani kaget dan bingung.  Tetapi agar dapat beradaptasi ia harus belajar menerima pemahaman atau cara berpikir orang lain mengenai cara berpakaian mereka, sehingga ia juga dapat menghargai keputusan yang diambil orang lain tentang cara berpakaiannya. Contoh lainnya adalah dalam perbedaan bahasa dan logat yang digunakan, seringkali dapat menimbulkan kesalahpahaman karena bahasa terutama logat memiliki intonasi yang berbeda. Misalnya orang jawa dan sunda cenderung berkata dengan lemah lembut sedangkan orang sumatera cenderung lantang dan keras. Untuk menghadapinya kita harus memahami bahwa memang seperti itu budaya yang dibawanya dan kita harus belajar menghargainya.3. a) Para ahli seperti Marshall McLuhan, Walter Ong dan Arnold Pacey sepakat mengatakan bahwa teknologi adalah segala sesuatu yang mengekstensi manusia (the extension of man) atau perpanjangan tangan dan indera manusia. Maksudnya, teknologi adalah segala sesuatu yang dapat menggantikan tangan dan indera manusia. Contohnya adalah kursi sebagai penopang tubuh yang menggantikan kaki atau kacamata sebagai alat bantu untuk melihat. Sering dengan berjalannya waktu, teknologi akan terus berkembang dan hal itu tidak dapat kita bendung. Menurut McLuhan dan Ong, teknologi bersifat determinasi dalam hidup manusia terutama dalam membentuk budaya baru, karena teknologi menentukan totalitas indera manusia. Contohnya adalah orang yang hidup pada jaman dahulu memiliki tingkat kepekaan pendengaran yang sangat tinggi dibanding orang-orang pada saat ini, karena dahulu belum ada teknologi seperti sekarang yang mampu menyebarkan informasi dengan mudah dan cepat atau teknologi seperti mikrofon dan speaker yang mampu mengeluarkan suara yang sangat besar ketika kita berbicara dengan nada yang biasa saja. Untuk menyebarkan informasi tertama dalam keadaan darurat mereka hanya mengandalkan teknologi seperti kentongan yang suaranya tidak sekencang pengeras suara pada saat ini, oleh sebab itu orang dahulu menggunakan indera pendengarannya lebih maksimum dibanding orang dijaman sekarang. Sedangkan menurut Arnold Pacey, yang mendeterminasi budaya bukanlah teknologi, melainkan budayalah yang mendeterminasi teknologi, karena teknologi diciptakan dan digunakan berdasarkan kepentingan dan kebutuhan manusia itu sendiri. Contohnya, budaya menulis manual yang melelahkan membuat manusia menciptakan teknologi mesin ketik atau komputer untuk mempermudahnya dalam menulis sesuatu. Pendapat kedua ahli tersebut tidak ada salah, kesimpulannya antara budaya dan teknologi itu saling mendeterminasi.b) Dalam konteks komunikasi, teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang mengekstensi kemampuan manusia dalam berkomunikasi. Dibandingkan pada jaman dahulu, perkembangan teknologi komunikasi sekarang ini terlihat sangat signifikan, yaitu terlihat dari adanya teknologi digital yang mengganti teknologi analog yang biasa digunakan pada jaman dahulu. Teknologi komunikasi ini tentunya memiliki keunikan yang khas dibanding dengan teknologi lainnya. Seperti fungsinya yang untuk menambah kemampuan manusia dalam berkomunikasi, salah satu keunikan teknologi komunikasi adalah teknologi ini pastinya digunakan oleh semua manusia yang pada dasarnya adalah makhluk sosial yang membutuhkan teknologi untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Teknologi lainnya belum tentu digunakan oleh semua manusia, contohnya adalah kacamata. Kacamata hanya digunakan oleh manusia yang memiliki pengelihatan kurang jelas, kacamata ini membantu manusia agar dapat melihat dengan lebih jelas tetapi tidak digunakan oleh semua manusia. Contoh lainnya adalah teknologi kedokteran seperti stetoskop. Stetoskop juga biasanya hanya digunakan oleh dokter untuk memeriksa detak jantung pasiennya. Masyarakat umum tidak menggunakan stetoskop jika tidak memiliki kepentingan tertentu. Berbeda dengan teknologi komunikasi, salah satu cara agar manusia dapat bertahan hidup adalah bersosialisasi dan berkomunikasi sehingga segala teknologi yang menunjang manusia untuk berkomunikasi pasti digunakan oleh semua manusia. c) Masyarakat kontemporer atau masyarakat pada saat ini memiliki banyak peluang dan tantangan yang dihadapi akibat dari perkembangan teknologi komunikasi yang berlangsung pada saat ini. Peluang-peluang yang dimiliki manusia salah satunya adalah peluang untuk membangun banyak relasi dengan lebih mudah, tidak hanya di dalam negeri sendiri tetapi relasi itu juga dapat dibangun dengan masyarakat asing tanpa perlu kita pergi ke luar negeri, karena perkembangan teknologi komunikasi sekarang ini mempermudah kita untuk berkomunikasi lintas negara bahkan benua. Berbeda dengan jaman dahulu, jika kita hanya pergi ke luar kota saja rasanya sudah sulit sekali untuk berkomunikasi dengan sanak keluarga karena keterbatasan teknologi. Kini, meskipun ada di negara yang berbeda kita tetap dapat berkomunikasi dengan baik bahkan bisa bertatap muka menggunakan teknologi komunikasi yang ada. Membangun relasi ini sangat penting dan memiliki banyak manfaat, salah satunya dalam dunia pekerjaan relasi dibutuhkan untuk mempermudah kita menjalin suatu kerjasama. Selain peluang, tantangan yang dihadapi masyarakat juga akan sangat besar, salah satunya adalah keterbukaan yang lebih tinggi, maksudnya, perkembangan teknologi komunikasi ini erat kaitannya dengan internet. Teknologi komunikasi kebanyakan sekarang terhubung ke internet yang mana membuat kita dan identitas kita sebagai pengguna teknologi tersebut terhubung ke internet. Sebagian identitas kita dapat dilihat oleh orang lain, hal ini dapat menyebabkan kurangnya ruang privacy. Referensi :Dwirani, G. (2017). Catatan Pribadi Selama Perkuliahan.